Karena Taat dan Patuh Anak Sekolah tidak Terdampak Covid-19

oleh -

JATINANGOR – Gubernur Jawa Barat Moch Ridwan Kamil meminta kepada petugas Pos Check Point Perbatasan untuk lebih ketat lagi dalam melakukan pengecekan kendaraan yang masuk terutama untuk mentaati aturan yang sudah ditentukan tentang pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Alhamdulillah sejauh ini kami lihat ada penurunan intensitas kendaraan, walaupun masih ada yang lalu lalang, maka disini perlu kedisiplinan yang bagus,” ucap Gubernur saat melakukan memotoring di Pos Check Point Perbatasan di Jatinangor. Rabu (22/04).

Selain itu, kata Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil, perlu ada penindakan yang tegas terhadap penguna jalan yang tidak memakai masker wajib menggunankan masker, dan pabila pepergian harus ada keterangan dari perusahaan dimana tempat bekerjanya.

“Bagi warga yang mau keluar rumahpun harus ada keterangan dari RT maupun Rw setempat, tujuannya mau kemana,” tambahnya.

Menurutnya, sejauh ini yang paling rentan terdampak Covid-19 adalah yang usianya diatas 50 tahun. Karena diatas usia tersebut terjadi penurunan Imun tubuh, sementara yang paling taat dan patuh ternyata anak sekolah.

“Sejauh ini tidak ada anak sekolah yang kena dampak Covid-19, berarti mereka mengikuti aturan yang disampaikan pemerintah,” ucapnya.

Ia pun berharap, dengan adanya penerapan PSBB di berbagai wilayah di Jawa Barat termasuk Sumedang penyebaran Virus Corona bisa diantisipasi dengan baik.

“Semoga dengan pelaksaanaan PSBB beberapa wilayah , dapat memutus mata rantai Penyebaran Covid 19,” tutupnya. (tha).

oleh