50 KK Warga Sukarapih Terdampak Reaktivasi Rel KAI Pasrah

oleh -
Net/Ilustrasi

SUKASARI – Kepala Desa Sukarapih, Setiawan Saputra memastikan bahwa warga yang terdampak reaktivasi mengaku siap untuk meninggalkan lokasi yang kini ditinggalinya karena lahan tersebut milik PT KAI. Namun mereka menunggu kepastian kapan reaktivasi akan dilakukan.

“Terkait reaktivasi jalur KA Rancaekek-Tanjungsari ini, pada prinsipnya kalau di daerah kami di desa Sukarapih karena masyarakat tahu bahwa tanah tersebut bukan tanah milik mereka, sudah kami datangi dan sudah kami sosialisasikan,” ujarnya.

Khusus masyarakat Sukarapih, kata ia, tidak keberatan dan mereka sudah mengetahui kalau itu bukan tanah milik mereka.

“jika lahan PT KAI yang kini digunakan warga Sukarapih harus diserahkan kembali untuk proses reaktivasi jalur KA Rancaekek-Tanjungsari, setidaknya ada 50 kepala keluarga yang terdampak. Namun dipastikan mereka siap meninggalkan lahan tersebut,” ucapnya.

Menurutnya, kebanyakan rumah tinggal, dan itu sudah lama karena sudah turun temurun tapi sudah tahu itu bukan lahan mereka.

“para warga yang terdampak tidak akan mendapat penggantian tanah. Hanya, para warga berharap ada penggantian bangunan oleh jajaran Pemprov Jabar dan PT KAI,” ucapnya.