Ritual Menyalakan Kembang Api Ditolak Warga

oleh -
Istimewa

 

PAMULIHAN – Lantaran khawatir mengganggu kenyamanan akibat suara dari kembang api. Ritual pemasangan jembatan (Erection Girder) Tol Cisumdawu dengan menyalakan kembang api urung dilakukan.

“Sebelumnya kami menerima surat dari pihak kontraktor dalam hal ini PT CRBC perihal permohonan kegiatan ritual pemasangan jembatan (Erection Girder) Tol Cisumdawu dengan menyalakan kembang api. Namun karena khawatir mengganggu kenyamanan warga kami tidak memberikan izin,” ucap Kades Citali Nana Nuryana kepada Radar Sumedang.

Kades menambahkan, ritual tersebut bertujuan untuk kelancaran pekerjaan pemasangan jembatan yang akan menimbulkan kebisingan dari kembang api selama ritual berlangsung.

“Namun demi keamanan, kenyamanan, ketertiban warga surat tersebut tidak direspon, adapun pemasangan jembatan itu rencananya diwilayah Cipeles,” ucapnya.

Nana menambahkan, pihaknya belum membuat surat tanggapan dan balasan, apalagi izin untuk menyulut kmbang api.

“Kalaupun dilaksanakan Desa tidak merekomendasi/tidak memberi izin. Sehingga harus diketahui oleh warga,” ucapnya.

Alasan lain, kata Nana, pihak perusahaan belum koordinasi dengan pihak Muspika/Forkomimka Pamulihan, serta menampung berbagai masukkan warga yang keberatan terkaitan pelaksanaan hal tersebut.

“Sebelumnya pernah dilakukan ritual ketika awal pengerjaan dengan menyalakan kembang api dan tidak ada informasi atau permohonan. Banyak warga yang kaget karena kerasnya suara yang ditimbulkan dari kembang api itu sehingga banyak warga yang marah ke pihak Desa,” ucapnya. (tha).