Musrenbang Kec Tanjungsari Prioritaskan Infrastruktur Dan Pengentasan Kemiskinan

oleh -

TANJUNGSARI – Hasil Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tanjungsari dipastikan akan di prioritaskan untuk pembangunan Infrastruktur dan pelayanan publik serta pengentasan kemiskinan.

Hal itu disampaikan Camat Tanjungsari Ida Farida saat memberikan sambutan dalam acara Musrenbang Kecamatan Tanjungsari yang di gelar di Pendopo Kecamatan Tanjungsari, Rabu 5 Februari 2020.

Ida menyebut anggaran Pagu Indikatif Kewilayahan (PIK) untuk Kecamatan Tanjungsari tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya. Jika tahun kemarin Tanjungsari hanya menyerap anggaran Rp357 jutaan, tahun ini mencapai Rp602 juta.

“Kita patut bersyukur karena anggaran PIK Tahun ini naik, meski tidak akan cukup untuk semua ajuan dari tiap desa, namun kita berharap ada anggaran yang bisa diserap baik dari provinsi ataupun dari pokir dprd,” sebutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kab Sumedang Jajang Heryana menyebut untuk Kecamatan Tanjungsari pihaknya bersama dengan anggota DPRD yang lain akan mendorong agar anggaran dari Provinsi dan juga dari pokir dprd bisa di serap untuk Kecamatan Tanjungsari.

“Usulan tahun 2020 ini akan di laksanakan di tahun berikutnya yaitu tahun 2021 dan alhamdulilah kita bisa menganggarkan hingga 3.2 milyar dari bantuan provinsi dan pokir dewan, meski di PIK Kecamatan hanya 602 juta,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakan Jajang, dari berbagai usulan yang diajukan oleh Desa-Desa yang ada di Kecamatan Tanjungsari lebih kepada bantuan Keuangan Desa jadi akan didorong bantuan itu dari Provinsi dan bisa minta bantuan anggota DPRD Provinsi yang ada di dapil SMS.

“Bisa di suport melalui pokir dprd. Dari provinsi bantuan keuangan desa sesuai kebijakan politis, namun kami memerlukan dukungan dari semua stekholder. Dan apa yang menjadi usulan hari ini akan di masukan di rkpd, dan akan kita kawal terus,” kata Jajang.

Masih kata Jajang yang menjadi prioritas utama dalam musrenbang kecamatan Tanjungsari diantaranya infrastruktur 50 persen, dan 50 persen lagi pengentasan kemiskinan, layanan kesehatan, pendidikan dan lainnya.

“Khusus untuk pengentasan kemiskinan, di Tanjungsari sudah ada langkah yang sudah dilakukaan seperti penyisihan 2,5 persen penghasilan untuk zakat mall,” katanya. (Isl).