Pemilik Unit Kecawa Terhadap Kebijakan Menejemen Easton Park

oleh -

JATINANGOR – Sejumlah pemilik unit di apartemen Easton Park Jatinangor mengeluh manajemen gedung Easton Park yang dinilai tidak profesional.

Pemilik unit kecewa karena pengelola atau manajemen gedung kerap membuat kebijakan yang seenaknya tanpa ada kesepakatan dari pemilik. Seharusnya, setiap kebijakan di gedung atas dasar persetujuan para pemilik.

“Kami setiap bulan rutin membayar retribusi atau iuran bulanan kepada pihak nanajemen gedung. Namun ketika kami meminta peruntukan retribusi untuk apa, pihak manajemen selalu memberikan yang tidak masuk akal,” ucap salah seorang pemilik unit apartemen Easton Park yang enggan dipublikasikan identitasny, Kamis (2/4).

Didampingi sejumlah pemilik yang lainnya, Ia mengaku heran, karena manajemen gedung mengeluarkan aturan yang seenaknya tanpa ada pemberitahuan.

“Iuran rutin setiap bulan pun kami bayar. Jika telat membayar, dipastikan ada fasilitas yang dihambat,” ucapnya.

Fasilitas itu diantaranya, air bersih dan jika ada perbaikan akibat kesalahan kontraktor seperti bocor, maka pemilik harus kembali bayar.

“Semua itu merugikan para pemilik dan manajemen gedung dianggap tak transparan. Semoga, pemerintah bisa menertibkan pengelola gedung apartemen yang nakal seperti itu,” tambahnya.

Menurutnya, manajemen gedung Easton Park bisa dikelola oleh Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) dan anggotanya para pemilik itu sendiri.

“Kami yakin, jika pengelola para pemilik transparan, maka akan lebih care dan profesional. Pengelola sekarang itu, kami anggap sudah kebablasan dan dinilai ada P3SRS bayangan,” ujarnya.

Ia mengatakan, sesuai Undang Undang Nomor 20 Tahun 2011, disebutkan bahwa setahun setelelah serah terima maka wajib membentuk P3SRS.

“Ini sudah 5 tahun dan sampai hari ini pun belum dibentuk P3SRS. Makanya, manajemen gedung yang sekarang dianggap asal-asalan dalam mengelola,” ujarnya.

Ketika dihubungi, manajemen gedung Easton Park, Marliana Susanty mengaku masih menunggu jawaban dari dinas terkait soal itu. (tha).

oleh