Pasar Hewan Tanjungsari Kembali Dibuka, Protokol Kesehatan Tetap Dijalankan

oleh -
Aktifitas di pasar hewan tanjungsari tampak sudah mulai normal kembali

TANJUNGSARI – Pasar hewan Tanjungsari sudah mulai beroperasi kembali, para pedagang pun tampak sumringah pasalnya kini mereka sudah bisa berjualan kembali pasca pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena wabah virus corona.

Namun, agar pasar hewan tetap bisa beroperasi, para pedagang maupun pembeli yang datang ke pasar hewan tanjungsari disarankan untuk mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari covid-19. “Saat ini pemerintah telah memberlakukan AKB atau adaptasi kebiasaan baru dan sesuai aturan kita menerapkan SOP kesehatan yakni setiap pedagang dan pembeli wajib diperiksa suhu tubuh, menggunakan masker, dan mencuci tangan pakai sabun ditempat yang telah disediakan,’ ujar Kepala UPT Pasar Hewan Tanjungsari Abdul Kholik.

Selain itu, untuk menghindari kerumunan massa pihaknya menanyakan kepentingan setiap orang yang akan masuk kedalam pasar, hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 dilingkungan pasar hewan.

Kendati demikian, kata ia, apabila ada yang memiliki suhu tubuh melebihi ketentuan maka disuruh pulang kembali termasuk yang tidak punya masker disuruh membeli terlebih dahulu. “Semaksimal mungkin kami lakukan protokol Kesehatan dalam AKB ini, bahkan sebelum pasar dibuka, kami rutin menyemprotkan cairan disinfektan sehingga ketika dibuka dipastikan pasar benar-banar steril,” sebutnya.

Sementara itu, aktivitas dipasar hewan tanjungsari cukup ramai, namun para pedagang hewan masih mengeluh lantaran masih sepi pembeli. “Penjualan belum normal, pembeli masih sepi, dan yang rame ini kebanyakan pedagang, mungkin pembeli belum mengetahui pasar sudah buka atau takut corona,” ucap Ento pedagang kambing asal Sumedang.

Alasan lain karena sepi, kata Ento, dikarenakan memasuki bulan Dzulqodah atau Hapit dan kebanyakan yang datang bukan membeli melainkan menanyakan harga. “Kebanyakan yang nanya-nanya, namun ketika memasuki bulan Dzulhijah atau Rayagung baru banyak yang membeli hewan untuk kurban,” ucapnya.(tha).