Sangsi Menanti, Warga Tak Bermasker

oleh -
Forkopimcam Jatinangor saat melakukan pemantauan penerapan Perbup sangsi tak bermasker

JATINANGOR – Hari pertama pemberlakuan Perarutan Bupati (Perbup) No.74/2020 tentang penegakan disiplin dan sanksi bagi yang tidak bermasker. Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jatinangor melakukan patroli kesejumlah pusat keramaian. Sabtu (15/08).

Camat Jatinangor Herry Dewantara mengatakan, mulai hari ini pihaknya memonitor penerapan Perbup No 74 Tahun 2020, dibeberapa titik keramaian yakni di sepanjang jalan protokol Ir. Soekarno, Jatos, Griya dan Pasar Resik.

“Sebelumnya kami memberikan himbauan kepada masyarakat baik melalui media sosial (Medsos), dan sekarang melalui pengeras suara sambil keliling kita peringatkan warga untuk mematuhi apa yang tertuang dalam Perbup No 74 Tahun 2020,” ujarnya didampingi Kapolsek Jatinangor serta Danramil Jatinangor.

Ia menuturkan, guna memberikan sangsi bagi pelanggar, pihaknya telah membentuk tim gabungan Forkopimcam Jatinangor dan akan melakukan pemantauan secara mobile selama 30 hari kedapan.

“Kami membagi petugas penindakan menjadi tiga, tim yang setiap harinya selalu bergantian, dengan sasaran siapa saja yang masuk wilayah Jatinangor tidak menggunakan masker akan ditindak,” tambahnya.

Selain fokus dipusat keramaian, kata Camat, pihaknya akan terus mobile memberikan peringatan kepada seluruh masyarakat Jatinangor sampai ke pelosok-pelosok . Sehingga, nantinya satuan tugas tiap Desa sampai RT dan RW dapat berjalan seefektif mungkin mengingatkan warganya.

“Sangsi yang akan diberikan apabila orang tersebut sudah diberikan sangsi namun besoknya ketemu lagi tidak pakai masker, maka akan kita berikan sangsi pertama lisan, tertulis kalau masih bandel administrasi mulai dari Rp100 ribu, Rp150 sampai Rp 500 ribu atau jaminan tanda penduduk,” tambahnya.

Ia pun berharap, dengan adanya aturan tersebut masyarakat bisa sadar dan dapat mematuhinya demi kepentingan dan kesehatan bersama. (tha).

 

oleh