Bertani Ditengah Pandemi Bisa Jadi Solusi

oleh -

Jatinangor, Radarsumedang.id – Semenjak adanya wabah Covid 19, bertani menggunakan Sistem Hidroponik semakin banyak dimintai dan menjadi pilihan setiap orang untuk bertani dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Senin (23/11).

Seperti halnya yang dilakukan Warga Bojong RT 15 RW 03 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor yang bekerja sama dengan Sekolah Darul Hufazd dengan menanam tak tanggung tanggung yakni 7 ribu lubang dengan biaya pembuatan Instalasinya mencapai 35 Juta Rupiah.

Salah seorang warga bojong Baharudin mengatakan, semenjak adanya wabah pandemi Covid 19 sistem penanaman sayuran secara Hidroponik jadi Viral.

“Dengan menggunakan sistem ini sangat baik dan bermanfaat minimal dikonsumsi sendiri, dengan memanfaatkan pekarangan rumah,” ujarnya.

Baharudin menambahkan, sudah satu tahun lebih mendalami tentang hidroponik bersama komunitasnya, ketika wabah pandemi korona menyerang semua Hidroponik makin jadi pilihan utama dalam segi bisnis.

Selanjutnya, kata ia, pihaknya menanam sayuran dengan sistem hidroponik yakni 7 ribu lubang, membuat instalasinya mengahabiskan dana sekitar 35 Jutaan.

“Dengan mempekerjakan 3 orang yang kena PHK dari Perusahaan karena pandemi, menggunakan sistem bagi hasil,” tandasnya.

Menurutnya, dengan pemasangan 7 ribu bisa memanen dalam satu Minggu mencapai 100 kg, jika lamanya panen sama dengan tanam konvensional paling beda dalam pemberian nutrisi saja.

“Alasan kami memilih bertani dengan sistem hidroponik, karena diwilayahnya sudah tidak ada lahan lagi tepatnya di dusun Bojong rt 15 RW 03 Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor,” ungkapnya.

Pembuatan Instalasi Hidroponik, lanjut ia, pihaknya bekerja sama dengan sekolah untuk memanfaatkan atas gedung sekolah Darul Hufadz yang lokasinya sama diwilayahnya Bojong.

“Alhamdulillah selain penjualan di lingkungan sekolah pihaknya juga sudah bekerja sama dengan konsumen di Jakarta,” tutupnya. (tha).