Apartemen Easton Park Nunggak PBB

oleh -

JATINANGOR,RADARSUMEDANG.ID – Molornya pembayaran Pajak Bumi Bangunan (PBB) apartemen Easton Park, bisa menghambat dalam pencairan Dana Desa (DD) dan Dana Bagi Hasil (DBH) pajak di Desa Cibeusi Kecamatan Jatinangor.

Kepala Dusun (Kadus) III Desa Cibeusi Asep Kurniawan mengatakan lambatnya pembayaran PBB utama eston park lantaran pemilik unit yang bukan orang sini, serta kurangnya kesadaran pemilik unit.

“Kami sudah komunikasi dengan pihak management mencari solusi karena baru sekarang diberlakukan ambang batas untuk Desa Cibeusi sekitar 60 persen,” ucapnya Radar Sumedang. Kamis (17/12).

Asep mengatakan, PBB yang sudah masuk dari apartemen baru 90 juta, dari total kurang lebih 359 juta. Sebelumnya sempat bagus setelah disidak oleh Bapak Wabup Sumedang dengan PBB masuk 160 juta.

“Sebenarnya pihak eston sudah melakukan usaha maksimal namun belum ada hasil yang maksimal karena kurang pemahaman dari pemilik unit dan kami tidak bisa langsung dor to dor ke pemilik unit, karena tidak diperbolehkan oleh management, sementara pihak management hanya menerima SPPT dari Desa,” ucapnya.

Menurutnya, berbeda dengan apartemen lainnya, apartemen easton park PBBnya sudah direcah yakni 1.558 unit. Kalau direcah PBB eston perunit sekitar 250 ribu pertahun.

“Selain apartemen, lahan dampak terkena Tol Cisumdawu serta rumah dinas IPDN juga tidak ada kejelasan masalah PBB,” tambahnya.

Adanya persoalan tersebut, lanjut ia, pihaknya beberapa kali dipanggil dinas terkait membahas masalah tersebut.

“Target pertriwulan 60 persen, kami sudah bilang tidak sanggup dengan kondisi dilapangan seperti itu. Dilema karena disatu sisi tidak memungkinkan mencapai target, disatu sisi sangat urgent sekali untuk memenuhi kebutuhan,” katanya.

Kendati demikian, lanjut ia, dampak telatnya pembayaran PBB menghambat pembayaran
honor guru ngaji, honor RT, RW dan tunjangan perangkat desa, terutama semester kedua belum Juli sampai Desember.

“Pembelajaran untukndari desa lain, yang sekarang terkena dampak tol jangan sampai kejadian seperti Cibeusi karena sekarang ada ambang batas target,” tutupnya. (tha).