4 Ribu Lebih Warga di Jatinangor Terdampak Banjir dan Longsor

oleh -
Camat Jatinangor, Herry Dewantara

JATINANGOR,RADARSUMEDANG.ID – Sebanyak 4000 jiwa warga di Kecamatan Jatinangor menjadi terdampak Banjir dan Longsor.
dan telah dilakukan penanganan dengan mendistribusikan bantuan.

Camat Jatinangor Herry Dewantara mengatakan, intensitas hujan lebat pada Sabtu (09/01) lalu, terjadi beberapa bencana yakni banjir dan longsor dibeberapa.

“Bersamaan dengan tragedi longsor di Kecamatan Cimanggung, di Jatinangor terjadi banjir di enam titik, Desa sayang, Cipacing, Cikeruh, Mekargalih, Hegarmanah dan bencana longsor di Desa Cisempur,” ujarnya kepada Radar Sumedang.

Camat menambahkan, setelah kejadian tersebut pihaknya langsung membuat Posko dan banyak donatur yang berdatangan guna membangun warga yang terdampak.

“Warga terdampak banjir dan longsor hampir mencapai 4 ribu lebih diantaranya, 145 KK di Desa Cikeruh, Desa Sayang 455 KK, Mekargalih 164 KK, Hegarmanah 11 KK, Desa Cipacing 104 KK, Jatimukti, 23 KK terdampak Banjir untuk longsor Desa Cisempur 29 KK,” tambahnya.

Menurutnya, pihaknya telah koordinasi dengan SKPD terkait untuk memohon bantuan cadangan apabila terjadi lagi hal-hal yang tidak diinginkan, karena cuaca hujan sulit diprediksi.

“Instruksi Forkopimda bahwa Cimanggung dan Jatinangor tanggap darurat selama 21 hari, kami stand by serta selalu siaga,” tandasnya.

Selain membuka posko siaga bencana, kata ia, untuk mendapatkan bantuan
juga melalui Tim Penggerak PKK termasuk dari Desa yang punya inisiatif minta bantuan pada para Donatur. Dan sampai saat ini bantuan yang datang ke Jatinangor sangat kurang terutama bantuan Sembako.

“Kemarin datang bantuan dari BPBD dan pagi tadi langsung didistribusikan kembali khususnya ke Desa Cisempur. Sementara untuk pendistribusiannya kami langsung koordinasi dengan pihak Desa biar tepat sasaraan juga teratur pendistribusian,” katanya.

Pihaknya berharap bencana alam ini tidak terjadi lagi dan ini yang terkhir kalinya. (tha).