Fogging, Puskesmas Cimalaka Tarik Iuran Tiap Rumah Rp 8.000

oleh -
Dua orang petugas melakukan fogging atau pengasapan untuk membasmi nyamuk DBD

CIMALAKA – Setiap rumah warga di sebagian wilayah Kecamatan Cimalaka dipatok iuran Rp 8.000 untuk kegiatan fogging (pengasapan nyamuk) dari UPTD Puskesmas Cimalaka. Uang tersebut harus dikumpulkan terlebih dahulu, sedangkan kegiatan fogging menyusul belakangan.

Menyikapi itu, Kasubag TU UPTD Puskesmas Cimalaka, Ida Paridaningsih menjelaskan, yang digratiskan dari pemerintah adalah sebatas obat fogging saja. Akan tetapi bahan bakar solar dan tenaga kerja lapangan yang melakukan fogging diluar tanggungan pemerintah.

Selain itu, Ida juga mengaku tidak mengetahui secara rinci jumlah yang dipatok Rp 8.000 untuk setiap rumah warga dalam kegiatan fogging.

“Yang gratis itu obat fogging saja. Bahan bakar solar dan tenaga kerja lapangan yang melakukan fogging di luar tanggungan. Kecuali fogging khusus barulah semuanya ditanggung,” ujar Ida.

Menurutnya, jika fogging dari permintaan masyarakat tidak seluurhnya gratis, hanya obat fogging saja yang gratis. “Itu juga tidak ada patokan resmi dari puskesmas berapa untuk uang solar dan berapa untuk tenaga kerja lapangan, itu terserah mereka yang bekerja di lapangan,” jelasnya.

Salah seorang warga mengatakan, dipatok Rp 8.000 untuk setiap rumah oleh aparat RT/RW setempat. “Sebenarnya kami tidak mempermasalahkan berapa uang yang Rp 8.000 perumah, yang penting bisa bebas dari DBD,” ujarnya seraya tidak menjelaskan identitas domisili RT/RW di wilayah Kecamatan Cimalaka itu. (tri)