BUMDes Serang Siap Dorong Usaha Para Pengrajin Ancak Tahu

oleh -
BERKUNJUNG: Para aparat Pemdes Serang, Kecamatan Cimalaka sedang berkunjung ke tempat usaha kelompok pengrajin ancak tahu ‘Sinar Kencana Serang’ (SKS) di wilayah RT 02/04, Dusun/Desa Serang, Kecamatan Cimalaka pada Rabu (6/3) kemarin.

CIMALAKA – Kelompok pengrajin ancak tahu ‘Sinar Kencana Serang’ (SKS) di wilayah RT 02/04, Dusun/Desa Serang, Kecamatan Cimalaka mendapat dorongan pemerintah desa (pemdes) setempat.

Para aparat Pemdes Serang mengunjungi tempat usaha kelompok pengrajin tersebut pada Rabu (6/3) kemarin, untuk menyampaikan beberapa wacana program pengembangan usaha yang nantinya akan dibantu pemerintah dan unsur terkait.

Di antara bentuk wacana program pengembangan itu adalah memanfaatkan fasilitas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Serang dalam menampung hasil kerajinan untuk membantu mempermudah pemasaran. Kepala Desa (Kades) Serang Welly Sanjaya mengatakan, pihaknya turut memperhatikan kesejahteraan masyarakat secara umum termasuk usaha yang dikelola secara kelompok.

“Kabupaten Sumedang ini dikenal secara luas dari dulu dengan produksi ‘Tahu Sumedang’. Pemerintah desa turut memperhatikan kelompok pengrajin ancak tahu itu sebagai alat untuk membuat tahu, sekaligus kita memperhatikan pula kesejahteraan masyarakat secara umum,” jelas kades.

Sementara itu, Ketua Kelompok SKS Nandi Rahmat Efendi menerangkan, meskipun usaha dimaksud baru beroperasi selama lebih dari satu bulan, namun hasil produksi sudah banyak diekspor keluar daerah. “Terakhir kami mengirim barang ke Deli Serdang, Sumatera Utara. Sebelumnya juga ngirim ke Bekasi dan daerah-daerah lain untuk para perantau warga Sumedang di luar yang membuka usaha pabrik tahu,” terangnya.

Sehubungan akan mendapat perhatian pemdes melalui BUMDes, Nandi berharap usaha yang dikelolanya bertambah maju dan berkembang. “Sekarang pemasaran masih murni dilakukan kelompok kami. Dengan adanya kerjasama dengan BUMDes Serang nantinya, kami tentu berharap agar usaha ini bertambah maju dan berkembang untuk mengurangi angka pengangguran atau membuka lapangan kerja baru,” jelasnya.

Ukuran ancak tahu yang dibuat disana tergantung dari pesanan para konsumen. Umumnya bentuk ukuran tersebut 50 x 50 centimeter atau 48 x 48 centimeter. Sedangkan kelebihan dari hasil karya kelompok SKS adalah bentuk hasil ancak tahu terbuat anyaman bambu lebih keras dan tebal.

Nandi menambahkan, mengenai harga yang dijual masih relatif dan tergantung negosiasi dengan konsumennya. Dalam mengelola kelompok saat ini melibatkan 11 orang berupa tenaga kerja aktif dan setengah aktif. “Dalam sebulan pertama kita menghasilkan 400 ancak. Untuk ke depannya kita akan terus upaya lebih maju lagi,” tekadnya. (tri)