Begini Kata Bupati Usai Berkunjung ke Buper Samalengoh di Tanjungkerta

oleh -

Sumedang – Destinasi wisata alam di Sumedang kini semakin bermunculan terutama yang lokasinya tepat berada di ketinggian bukit atau gunung.

Seperti diketahui sebelumnya kini pasca pemberlakuan New Normal, masyarakat kerap mengunjungi tempat-tempat wisata baru yang notabene di alam terbuka.

Oleh sebab itu mendengar beberapa destinasi wisata yang kini viral diperbincangkan di media sosial, Bupati Sumedang mendatangi salah satu destinasi wisata Bumi Perkemahan Samalengoh Camp yang berlokasi di Desa Gunturmekar Kecamatan Tanjungkerta, Rabu (26/8) kemarin.

Dikatakan letaknya yang menghadap langsung ke Gunung Tampomas dan hamparan luas di sekitarnya menjadi daya tarik tersendiri.

Ia pun mengakui kekagumannya akan keindahan alam di lokasi dan suasana yang masih terjaga.

“Luar biasa indahnya tadabur alam, melihat keindahan alam dan keagungan Allah SWT. Sekaligus tafakur atas kuasanya. Gunung Tampomas begitu indah dilihat dari Samalengoh ini,” kata Bupati.

Selain bisa melihat langsung gunung Tampomas, rupanya para pengunjung juga bisa melihat langsung Gunung Ciremai.

“Pagi-pagi kita bisa melihat ‘sunrise’ di tempat ini. Kalau sore hari atau pagi hari ada kabut yang bisa seperti negeri di atas awan,” ucap Bupati.

Ia menjelaskan, keunggulan tempat wisata tersebut yakni, jaraknya yang sangat dekat dari pusat kota. Jika menggunakan kendaraan roda dua atau empat hanya sekitar 20 menitan karena jaraknya kurang lebih 5 KM dari pusat kota.

Sementara berdasarkan informasi yang diterima Radar Sumedang, Bumi Perkemahan Samalengoh ini sudah banyak didatangi para pengunjung yang notabene ingin sekedar berkemah.

“Pertama kali saya datang ke Samalengoh untuk camping, jujur saja kaget baru kali ini ada spot buat nge-camp tapi ternyata lokasinya dekat dengan pusat kota. Pemandangannya tak kalah indah dengan spot camping di bukit-bukit lainnya di Sumedang. Apalagi kalau subuh-subuh lihat matahari terbit, kita bisa melihat kota Sumedang dan Gunung Tampomas,” kata Wildan salah seorang yang pernah berkemah di Samalengoh. (jim)