Jaga Kualitas dan Kuantitas Ekspor, Perlu Dibentuk Perhimpunan Pengusaha Beras

oleh -
TRI BUDI SATRIA/RADAR SUMEDANG ACARA: Pemilik PB Dangiang Sri Sumedang H. Maman Suryaman (kanan) saat acara Maulid Nabi SAW di wilayah Desa Naluk, Kecamatan Cimalaka, baru baru ini.

Cimalaka, Radarsumedang.id – Ada tiga kota/kabupaten se-Indonesia yang tercatat sebagai pengekspor beras terbanyak ke Jakarta. Tiga kota/kabupaten tersebut masih terdapat di Provinsi Jabar, yaitu Sumedang, Garut dan Bandung.

Pendapat itu diungkapkan Pemilik PB Dangiang Sri Sumedang H. Maman Suryaman, dalam sebuah kesempatan sebelum acara Maulid Nabi SAW di wilayah Desa Naluk, Kecamatan Cimalaka. “Tiga kota/kabupaten, yaitu Sumedang, Garut, Bandung merupakan daerah terbesar melakukan ekspor beras ke Jakarta,” sebutnya.

Agar lebih meningkatkan mutu kualitas dan kuantitas ekspor beras asal Sumedang, H. Maman memiliki ide dibentuknya perhimpunan pengusaha beras. “Ada sekitar 20 pengusaha yang melakukan penjualan beras berskala besar. Pendapat saya, sebaiknya dibentuk perhimpunannya. Karena di daerah Sumedang belum ada perhimpunan pedagang beras,” ungkapnya.

Selain untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas penjualan ekspor, tujuan utama wadah perhimpunan untuk media silaturahmi. “Untuk mempertahankan kestabilan harga beras, kesamaan dalam belanja dan banyak lagi manfaat dari wadah perhimpunan,” bebernya. (tri)