Minim Anggaran, Renovasi Masjid Desa Sawahdadap Terhenti

oleh -

CIMANGGUNG – Pembangunan renovasi Masjid Jami At-Taqwa di Dusun Cijengkol RT 02 RW 11 Desa Sawahdadap Kecamatan Cimanggung harus terhenti. Pasalnya, anggaran untuk pembangunan masjid itu menyusut.

Anggaran yang dibutuhkan untuk renovasi Masjid Desa itu diperkirakan mencapai 2 miliar lebih dan telah habis sekitar 500 juta.

Ketua panitia pembangunan Dadang Sungkawa mengatakan sudah dua bulan renovasi Masjid terhenti, pihaknya tengah  berusaha agar renovasi bisa dilanjutkan salah satunya dengan mencari donatur serta berkoordinasi dengan Pemerintahan Desa (Pemdes) Sawahdadap.

“Pembangunan masjid ini mulai dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 lalu, dan sampai sekarang pengerjaan sudah mencapai 35 persen,” ucapnya kepada Radar Sumedang.

Dadang mengaku, renovasi Masjid dilakukan karena sejauh ini tempat ibadah itu hanya bisa menampung 50 jemaah dan sudah tidak bisa menampung jamaah ketika dilaksanakan kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin dan shalat Jum’at.

“Oleh sebab itu, kami memberanikan diri untuk merenovasinya, dan rencananya akan dibangun dua lantai, supaya bisa menampung jamaah lebih dari 150 sampai 200,” tambahnya.

Sementara itu, Kades Sawahdadap Suganda mengaku bahwa masjid itu merupakan masjid buhun yang pertama ada di Desa Sawahdadap.

“Diperkirakan sudah berdiri sekitar setengah abad lalu, dan baru kali ini dilakukan renovasi besar-besaran dikarenakan kebutuhan warga,” ucapnya.

Ia mengapresiasi konsep-konsep dari pengurus DKM untuk melakukan pembangunan kembali dengan ukuran 17X12 meter.

“Sekarang ini kami masih melakukan kerjasama dari ketua pelaksana dengan ketua DKM itu melakukan suatu¬† pendekatan-pendekatan dengan warga Sawahdadap, Alhamdulillah dari awal sampai sekarang donasi sudah masuk 500 juta, namun masih jauh perjalanan kurang lebih 750 lebih untuk merampungkan ini,” tambahnya.

Suganda berharap, ada perhatian pemerintah provinsi yang membidangi masalah masjid untuk membantu mengucurkan anggaran agar cepat selesai.

“kami juga telah mengajukan proposal melalui aplikasi si rampak sekar Kabupaten Sumedang. Mudah-mudahan kalau bisa dari anggaran murni, kalau tidak bisa kami mengharapkan itu ada solusi yang dialokasikan dari anggaran perubahan 2021,” tambahnya.

Menurutnya, pemanfaatan masjid ini warga Desa Sawahdadap dan sudah tidak menampung jamaah kalau tidak ada batuan dari pemerintah tidak tau kapan selesainya, karena hampir semua masyarakat Sawahdadap sudah memberikan donasi semuanya tinggal berharap satu satunya lagi dari bantuan pemerintah provinsi

“Sangat berat ingin mewujudkan masjid ini, dan kedepannya setiap ada kegiatan dari pemerintah yang berkunjung ke Desa kami terutama bidang keagamaan tempatnya pasti disini,” tutupnya. (tha).

oleh