Ditengah Kesulitan Ekonomi Karena Pandemi, Warga Mekarbakti Graduasi

oleh -

PAMULIHAN – Sebanyak 7 orang warga Desa Mekarbakti Kecamatan Pamulihan graduasi mandiri sebagai penerima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Graduasi warga Mekarbakti sebagai  penerima KPM PKH  dibuktikan dengan  pernyataan sikap melalui penandatanganan yang disaksikan Pendamping PKH dan unsur Desa Mekarbakti.

Pendampi PKH Desa Mekarbakti Ahmad Reza mengatakan, warga yang melakukan graduasi merupakan keluarga penerima manfaat yang sudah mengikuti program bansos, namun secara sukarela mengundurkan diri karena dianggap sudah mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Kami sambut baik, disaat kesulitan ekonomi karena pandemi covid-19 ada warga yang mengundurkan penerima bantuan yang disaksikan kepala desa dan perangkat, sebanyak 7 orang warga Mekarbakti resmi mengundurkan diri sebagai penerima manfaat dengan menandatangani surat pernyataan dari Kemensos,” ucapnya kepada Radar Sumedang. Kamis (18/02).

Reza mengatakan, sebelumnya mereka  melakukan koordinasi, ingin keluar sebagai KPM PKH karena dinilainya telah mampu atau mapan dari segi perekonomian. Sehingga pihaknya merespon keinginan warga tersebut.

“Di Desa Mekarbakti sendiri ada 332 jiwa sebagai KPM PKH dan semenjak saya menjadi pendamping PKH 2020 lalu sudah ada 9 orang graduasi mandiri, mudah-mudahan kedepannya terus bertambah  karena graduasi ini menjadi tolak ukur untuk mengentaskan kemiskinan,” ucapnya.

Menurutnya, diperlukan sinergitas antara steakholder yang ada untuk bersama-sama mensejahterakan masyarakat melalui penurunan indeks angka kemiskinan.

Sementra itu, Kades Mekarbakti Juju Juansah melalui staf desa Ima Rohima mengapresiasi adanya kesadaran warga yang memilih graduasi dari penerima manfaat PKH.

“Alhamdulillah tanpa ada paksaan dari pihak manapun, warga sudah punya kesadaran, mudah-mudahan meski sudah tidak masuk KPM PKH jangan khawatir masalah rezeki  karena sudah diatur oleh Allah SWT,” ucapnya.

Ia menilai, melalui PKH dari pemerintah itu  dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperbaiki perekonomian warga, sehingga membuahkan hasil, sekarang perekonomiannya bisa disebut mapan.

“Alhamdulillah program tersebut memberikan manfaat bagi warga kami, yang awalnya tidak bekerja kini memiliki pekerjaan yang tetap, ada juga yang bertani, membuka usaha. Mudah-mudahan kedepannya, masyarakat Desa Mekarbakti terutama yang menerima PKH perekonomiannya bisa lebih maju lagi, dan tidak lagi mengandalkan PKH,” ucapnya. (tha).