KSM Pembuktian Madrasah Kuasai Sains dan Agama

oleh -
PEMBUKAAN KSM: Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumedang H Hasen (ketiga kiri) didampingi Kasi Penmad H Suwarno, Ketua PGM Indonesia H. Ma'mun Khoer (kedua kanan), Ketua Panitia Drs Abdul Haris (kedua kiri) dan H Urip saat pembukaan KSM 2019 di Aula MAN 1 Sumedang, Sabtu (20/7/2019).

KOTA–Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumedang H Hasen menegaskan bahwa madrasah sekarang sudah setaraf dengan sekolah-sekolah umum. Untuk itu kepada seluruh pihak yang bergelut di bidang pendidikan madrasah harus berani tampil dengan cara menciptakan prestasi yang gemilang dari siswa-siswi madrasahnya.

Demikian disampaikan Kepala Kankemenag Sumedang saat membuka sekaligus meresmikan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2019 di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sumedang, Sabtu (20/7/2019).

“Begitupun dengan ajang tahunan seperti KSM ini menjadi sarana kepada masyarakat luas bahwa di madrasah tidak hanya belajar ilmu agama saja tetapi ada juga ilmu Mafiki (Matematika, Fisika dan Kimia) atau sains. Malahan di madrasah lebih unggul dibandingkan sekolah umum karena mengintegrasikan ilmu agama dan sains,” papar Kepala Kankemenag.

Batu loncatan untuk mengintegrasikan mapel sains dan agama sudah dilakukan melalui ajang KSM. Lantas kedepannya, lanjut Kepala Kankemenag harus menjadi pekerjaan rumah bagi bidang pendidikan madrasah untuk membuat kurikulum terintegrasi.

“Kedepannya harus dibuat kurikulum terintegrasi mapel sains. Misalnya ketika ada pelajaran sains ditinjau juga dari sisi agama. Cari dalil dari sumber agama seperti Al Quran dan Hadist. Sejatinya di dalam Al Qur’an sendiri sangat kaya akan kandungan ayat-ayat yang berkaitan dengan sains,” urainya lagi.

Lewat ajang KSM ini juga lanjut Kepala Kankemenag bisa menjadi sebuah pengingat bahwa memasuki era revolusi industri 4.0 (four point zero), hanya tinggal tiga sektor yang akan bertahan.

“Tiga sektor sains yang bertahan dan menghantarkan kita memasuki Era Revolusi Industri Four Point Zero (4.0) yakni penguasaan digital, penguasaan data dan internet of things (IoT),” sebutnya.

Jika saat ini pendidikan madrasah tidak diarahkan untuk menuju Revolusi Industri 4.0 maka niscaya akan ketinggalan. “Saat ini saja sudah banyak toko-toko konvensional yang tutup dan beralih ke online lewat marketplace di internet. Untuk itu anak didik kita harus diarahkan untuk menjadi orang yang bisa ikut dalam arus disrupsi digital tersebut,” pesan H Hasen.

Sementara itu, Ketua Panitia KSM 2019 Drs Abdul Haris dalam laporannya mengatakan lewat ajang KSM 2019 siswa madrasah harus bisa eksis. “Jadikan KSM ini wadah bagi siswa madrasah untuk mencetak prestasi yang membanggakan,” pesannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 753 siswa yang terdiri dari tingkat madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs) dan madrasah aliyah (MA) mengikuti ajang tahunan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat kabupaten yang digelar di MAN 1 Sumedang dan MTsN 1 Sumedang yang berada di Kecamatan Cimalaka.

Ketua Panitia KSM 2019 Drs Abdul Haris mengatakan KSM tingkat kabupaten dimaksudkan untuk menjaring siswa terbaik per bidang studi yang mewakili setiap kabupaten/kota untuk mengikuti tahapan KSM tingkat provinsi.

Dari KSM ini akan keluar sejumlah pemenang dari setiap bidang studi yang dikompetisikan. “Para pemenang ini nantinya berkesempatan untuk mengikuti KSM tingkat provinsi Jawa Barat yang bakal digelar di Kabupaten Cianjur pada 15 Agustus 2019,” sebut Abdul Haris.(rik)