Dari Smansa Sumedang, Pelajar Papua Serukan Damai 

oleh -

Sumedang – Tanah Papua kini sedang bergejolak, masyarakat pun dibuat resah dengan kondisi yang sedang memanas itu.

Kendati sedang bergejolak, Kodim 0610 justru telah berupaya untuk memberikan dukungan moril, dengan cara menyambangi siswi asal Papua yang sedang menuntut ilmu di SMAN 1 Sumedang.

Dandim 0610/Sumedang Letkol Arh. Novianto Firmasyah S.E.,M.Tr (Han) memerintahkan Staf terkait untuk memastikan dan meyakinkan bahwa pelajar yang berasal dari Papua benar-benar aman dan kondusif.

Menurutnya, upaya ini dilakukan agar mereka tidak terpengaruh oleh isu-isu yang saat ini terjadi ditanah kelahirannya.

“Kita harus memberikan rasa aman kepada mereka yang tinggal di Sumedang. Sehingga morilnya tetap tinggi, tetap bersemangat dan tetap menyatu dengan warga pribumi,” kata Dandim dalam siaran persnya, Senin (2/9).

Dikatakannya, Kodim Sumedang telah melakukan pendataan. Hasilnya terdapat warga papua yang saat ini tinggal di Sumedang.

“Dari data yang diperoleh, setelah dilakukan pendataan oleh Tim Penerangan Kodim dibawah Pimpinan Sertu Wanda, melaporkan bahwa saudara-saudara kita dari papua  diantaranya Mahasiswa di IKOPIN, Taruna Praja IPDN hingga beberapa pelajar di SMA seperti SMAN 1 Sumedang dan SMAN Tanjungsari,” katanya.

Ditempat yang sama, salah satu siswi pelajar SMAN 1 Sumedang asal Papua, Aninda mengaku sangat senang bisa belajar di sumedang.

“Selama saya bersama kawan-kawan dari Papua, rasanya senang belajar di SMAN 1 Sumedang. Karena pengajarnya baik-baik, kawan disini pun sangat baik kepada kami. Tidak ada jarak terhadap kami, pemerintah Indonesia dan Sekolah sangat sayang kepada kami,” ucap Aninda disambut senyum.

Ia pun menyerukan bahwa ‘kami Cinta Indonesia, bangga menjadi anak Indonesia, walau berbeda suku, agama, bahasa, tetapi kita tetap bersatu, Bhineka Tunggal Ika satu bangsa, satu Indonesia.

Terpisah Wakasek Kurikulum Smansa, M. Gofur Rohim menuturkan, kehadiran para pelajar Papua yang menuntut ilmu di Smansa adalah contoh kesuksesan dari program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).

Program ini jelas Gofur, merupakan salah satu upaya Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam hal pemerataan kualitas pendidikan, khususnya bagi anak-anak Papua dan Papua Barat terbaik, serta daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) lainnya.

“Alhamdulillah Smansa mendapatkan kepercayaan dari Kemendikbud dengan mengirimkan siswa-siswi terbaik Papua untuk bersekolah di sini. Mereka masuk sejak PPDB melalui jalur ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah), dan ini merupakan tahun ketiga. Mereka disiapkan agar memiliki kemampuan belajar yang setara dengan sebagian besar anak-anak di pulau Jawa dan Bali,” tuturnya dihubungi via WhatsApp.

Disebutkan Gofur, siswa-siswi tersebut dapat diterima dengan baik di sekolah ini, dan sangat nyaman selama bersekolah.

“Jadi di Smansa mah siswa-siswinya multi etnik, tidak hanya suku Sunda yang bersekolah disini. Banyak diantaranya juga suku Jawa, Batak, keturunan China, Padang, Papua dan yang lainnya,” sebutnya.

Gofur menambahkan, sedikitnya ada empat pelajar Papua yang bersekolah di Smansa. Mereka adalah Anida dan Iren kelas XI serta Feka dan Editha kelas X.

Mereka semua berbaur satu sama lainnya, tidak hanya ilmu akademik yang mereka dapatkan. Tapi disini, mereka belajar lebih dari itu, salah satunya bagaimana hidup dalam keberagaman, saling menghargai perbedaan dan  toleransi,” jelas Gofur. (jim)

oleh