Kisah Menarik Dibalik Pelantikan PAC GP Ansor Tanjungsari.

oleh -

TANJUNGSARI – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang masa khidmah 2019-2021 resmi dilantik PC GP Ansor Sumedang di pondok pesantren Nurul Falah Ar Rahmat desa Raharja kecamatan Tanjungsari kabupaten Sumedang, Sabtu, (21/09) lalu.

Ketua PAC GP Ansor Ahmad Nasirudin menyampaikan dalam sambutannya, bahwa setelah dilantiknya kepengurusan yang baru, akan segera membentuk pengurus di semua desa yang ada di kecamatan Tanjungsari.

“Memang ini momen bagi Ansor Tanjungsari untuk segera bergrilya ke daerah-daerah untuk melakukan pengkaderan, karena di daerah sudah ada kemasukan paham-paham yang tidak sesuai. Untuk itu mari bekerja untuk membentuk pengurus Ansor d seluruh desa,” ucapnya.

Sejalan dengan apa yang di sampaikan oleh Ketua PAC Ansor, Ketua MWCNU Tanjungsari Denden Nur Mustofa menegaskan dalam sambutannya,

 “Gerakan Pemuda Ansor harus sesegera mungkin untuk melakukan pergerakannya ke tiap-tiap daerah, supaya paham-paham lain yang telah masuk ke masyarakat bisa segera di antisipasi, supaya tidak merambat kepada masyarakat lainnya. Terangnya

Menurut jadwal yang diberikan panitia, rencananya kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama dua hari satu malam. Pasca kegiatan pelantikan PAC GP Ansor Tanjungsari usai, kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) Ansor.

Dibalik pelantikan tersebut ada peristiwa unik dimana ada seorang anak berusia 5 tahun yang mengikuti saat Proses PKD GP ANSOR yang dilaksanakan oleh PAC Gp Ansor Kecamatan Tanjungsari Di Ponpes Nurul Falah ini.

“Anak tersebut bernama Muhammad Sadad tampak dengan khusyu mengikuti Proses akhir PKD atau Pengambilan sumpah yang diawali dengan menyanyikan lagu indonesia raya, dan Mars Yalal Wathon dan Mars Ansor,” ucapnya.

Ia menambahkan, padahal lokasi tersebut satu lokasi dengan sebuah TPA/TPQ dimana disitu terdapat tempat bermain anak-anak, seprti tempat Prosotan, dll.

“Seyogyanya anak-anak pada umumnya biasa lebih tertarik kepada mainan tersebut, namun anak ini dengan tenang dan khusyu mengikuti dan memperhatikan proses tersebut bahkan dia tidak beranjak dari tempat duduknya sampai proses Akhir PKD berakhir,” ucapnya.

Bahkan, kata ia, sampai proses poto-poto dengan Para ketua MWC dan Dewan Syuriah MWCNU tanjungsari ( KH.Baden Syambas & KH.Agus ) dan dikhiri dengan Sungkem kepada keduanya.

“Ini unik sebagaimana ditanamkan Pendidikan Usia Dini, mungkin ini lebih kepada pengenala Pendidikan Berorganisasi usia dini,” ucapnya. (tha).