Penilaian Akhir Semester Diniyah Dimonitoring

oleh -
MONITORING: Jajaran panitia ujian semester madrasah diniyah yang juga pengurus FKDT Kabupaten Sumedang tengah melakukan monitoring ke salah satu diniyah yang ada di Kabupaten Sumedang

SUMEDANG–Selama empat hari seluruh santri diniyah takmiliyah awaliyah (DTA) se-Jawa Barat termasuk di Kabupaten Sumedang mengikuti penilaian akhir semester (PAS) DTA dari tanggal 27 s.d 30 November 2019. Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Sumedang H Nurony Octora, S.Kom menyebutkan ujian DTA se-Kabupaten Sumedang diikuti 23.000 santri.

“Penilaian akhir semester tingkat madrasah diniyah merupakan kegiatan rutin sebagai alat ukur atau evaluasi keberhasilan kegiatan pembelajaran selama satu semester dengan tujuh mata pelajaran yang diujikan,” sebut Nurony, Jumat (6/12).

Untuk memastikan pelaksanaan PAS diniyah ini dilaksanakan dengan baik, FKDT Sumedang bersama Kemenag Sumedang melaksanakan monitoring ke beberapa diniyah yang tersebar di Kabupaten Sumedang.

“Monitoring PAS diniyah dilakukan panitia ujian dari FKDT bersama Kasi PD Pontren H Rahmat dan pengawas PAI dari Kementerian Agama Sumedang ke beberapa diniyah,” sebut H Nurony.

Sebagaimana pendidikan formal, santri diniyah setelah efektifnya Peraturan Bupati No 76 tahun 2018 tentang wajib diniyah bakal menerima raport setiap semesternya. “Nanti setelah selesai diniyah harus terlebih dahulu mengikuti ujian akhir yang soalnya dari provinsi. Jika dinyatakan lulus bakal mendapatkan ijazah diniyah sebagai syarat wajib untuk melanjutkan ke jenjang SMP/MTs,” imbuhnya.

H Nurony mengungkapkan, FKDT Kabupaten Sumedang saat ini terus bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memajukan pendidikan diniyah. “Baru-baru ini juga kami merespon baik dari upaya Pemerintah Desa Sukawening Kecamatan Ganeas yang siap mendukung digelarnya Porsadin tingkat kecamatan,” ungkapnya.

Bahkan, selain bersedia menyukseskan Porsadin, Desa Sukawening sudah memberikan sarana pendukung pembelajaran berupa laptop, modem, printer serta whaite board kepada diniyah dan beberapa lembaga keagamaan yang ada di desa tersebut.

“Ini perlu ditiru, Kades Sukawening Pak Karman merespon aspirasi masyarakat agar dana desa juga tidak hanya dialokasikan ke pembangunan fisik tetapi juga non fisik seperti untuk memajukan pendidikan diniyah di desanya. Bahkan diberikan juga ke lembaga-lembaga keagamaan lainnya di desa. Mudah mudahan desa yang lainnya yang ada di Kabupaten Sumedang bisa memfasilitasi sarana pembelajaran yang telah dilakukan oleh Pemdes Sukawening,” pungkasnya.(rik)

Ist
MONITORING: Jajaran panitia ujian semester madrasah diniyah yang juga pengurus FKDT Kabupaten Sumedang tengah melakukan monitoring ke salah satu diniyah yang ada di Kabupaten Sumedang