Unpad Kembangkan Green Packaging bersama KWT Sawargi

oleh -
Pelaksanaan Sosialisasi Green Packaging untuk Produk Sabun Mangga di Desa Darmawangi Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang yang digelar secara Virtual

JATINANGOR – Meski digelar secara Virtual karena Covid-19, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Padjadjaran (Unpad) di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sawargi di Desa Darmawangi Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang berjalan cukup menarik.

Pembahasan dalam virtual tersebut tentang sosialisasi Green Packaging untuk Produk Sabun Mangga di Desa Darmawangi Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang.

Pemerintah Indonesia sudah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 Juga Peraturan Daerah Bandung No. 17 tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan kantong plastik.

Sejumlah strategi sudah dilakukan akan tetapi sampai saat ini pelaksanaanya belum berjalan dengan optimal, untuk itu perlu kiranya disosialisasikan penggunaan green packaging.

Salah satu bentuk kepedulian masalah ini, Tim Unpad yang diketuai oleh Prof. Dr. Yosini Deliana,Ir., MS dkk melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat di KWT Sawargi di Desa Darmawangi Kecamatan Tomo Kabupaten Sumedang.

“Di KWT Sawargi sudah ada rintisan pembuatan sabun mangga dan diupayakan kemasannya tidak menggunakan bahan yang mengandung plastik, tapi terbuat dari kertas,” ucap Prof. Dr. Yosini Deliana,lr., MS kepada Radar Sumedang. Minggu (26/07).

Ia menambahkan, produk sabun dengan Green Packaging dan target pasar Green konsumen jangkauan produknya lebih luas lagi. Pengabdian Kepada Masyarakat ini disambut antusias oleh warga, karena selain menambah pengetahuan juga hal ini adalah pengalaman pertama menggunakan virtual PKM.

“Ibu ibu yang mengikuti kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan Covid -19 diantaranya, memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Darmawangi Hayati, SPd 1 mengharapkan kegiatan tersebut terus dilakukan dan menjadi salah satu desa binaan Upad.

“Ditingkatkan terus kualitas produknya menuju green product, dibina dan adanya pendampingan dari pihak akademisi. pemerintah, stakeholder dan pihak yang terkait” ucapnya.

Hal tersebut, kata ia, sejalan dengan Program Pemerintah mendorong desa memiliki keunikan produk yang berkualitas, one village one product. (tha).