SD di Jatinunggal berharap Ruang Kelas Baru yang memadai

oleh -

JATINUNGGAL – Kepala Sekolah SDN Jagatapa Desa Kirisik Kecamatan Jatinunggal, Euis Nani Mulyani berharap Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang bisa melakukan rehab bangunan kelas.

Menurutnya, dengan jumlah siswa yang mencapai 156 siswa dan luasan bangunan yang tidak terlalu besar, dibutuhkan adanya tambahan ruang kelas bagi sekolah. Terlebih ada beberapa kelas gemuk.

“Jadi di SDN Jagatapa itu ada satu kelas (rombel) yang 31 orang sehingga kelebihan 5 siswa (idealnya 28 per kelas). Maka kedepan untuk mengantisipasi adanya kelas gemuk kita berharap ada penambahan kelas baru,” kata Euis kepada Radar Sumedang, Senin (26/10).

Meski demikian, untuk ajuan penambahan ruang kelas baru ini terkendala lahan. Pasalnya luas bangunan sekolah yang hanya berukuran 1000 m² ini tidak akan cukup untuk menambah satu atau dua bangunan baru.

Karenanya, pihak sekolah memiliki opsi supaya kedepan ada bangunan tingkat dari yang sebelumnya satu lantai menjadi dua lantai.

Kendati demikian untuk ruang kelas lainnya lanjut Euis, Pemerintah melalui Dinas Pendidikan telah melakukan rehab untuk tiga ruang kelas yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2019.

“Alhamdulillah pada pertengahan tahun 2019 kami mendapatkan rehab untuk ruang kelas 4, 5 dan 6 dengan anggaran Rp. 171 juta. Anggaran itu digunakan untuk mengganti genteng dengan genteng metal, kaki-kaki, atap ruangan, dan sekat ruangan rolling door (sebelumnya menggunakan kayu yang bisa dibongkar pasang),” ujarnya.

Pihak sekolah pun sambung Euis mengaku lega dengan adanya bantuan yang telah diterima. Pasalnya sebelum adanya kebijakan untuk menutup KBM tatap muka, para siswa tidak khawatir lagi dalam belajar.

“Memang sebelumnya langit-langit tiga ruang kelas itu banyak yang berlubang, terus suka bocor kalau hujan. Alhamdulillah sekarang sudah bagus dan nyaman, kami sangat berterimakasih kepada Pemerintah Daerah yang telah memberikan perhatian kepada sekolah kami dan para siswa disini,” ucapnya.

Euis menambahkan, pihaknya juga sangat memperhatikan Protokol Kesehatan (Prokes), yaitu dengan menyiapkan sarana cuci tangan di setiap ruang kelas dan wajib menggunakan masker sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Walaupun saat ini KBM masih jarak jauh dan online. Tetapi penerapan protokol kesehatan sudah dipersiapkan oleh guru-guru disini,” jelas Euis. (jim)

oleh