Jelang Pemilu 2019, Hj. Ratieh Sanggarwaty Ajak Kedepankan Persatuan Bangsa

oleh -

JATINANGOR–Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PPP Hj. Ratieh Sanggarwaty mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2019. Menurutnya peran serta seluruh elemen ini penting demi terciptanya pemilu yang damai dan lahirnya pemimpin bangsa dan wakil rakyat yang amanah.

“Tidak bosan-bosannya kami terus mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat agar ikut berperan aktif dalam menyukseskan Pemilu 2019 yang pelaksanaannya tinggal sebentar lagi. Paling tidak ikut aktif mengingatkan agar tidak golput dan mengingatkan sekitarnya tentang pemilu,” kata Hj. Ratieh dalam sosialisasi empat pilar kebangsaan yang digelar di Jatinangor, Jumat (5/4/2019).

Anggota dewan dari Dapil Jawa Barat IX (Sumedang, Majalengka, Subang) ini yang duduk di Komisi XI juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusifitas jelang pemilu.

“Semakin mendekati pemilu masih saja banyak simpang siur informasi yang tidak jelas dan mengarah kepada berita bohong atau hoaks. Alangkah baiknya jika masih ragu lebih baik kita menghindarinya dengan tidak serta merta ikut menyebarkan kabar itu apalagi yang jelas-jelas tendensius yang menyudutkan pihak-pihak tertentu,” imbaunya lagi.

Masih terkait situasi jelang Pemilu 2019, Hj Ratieh mengingatkan adanya perbedaan pilihan dan sikap politik jangan sampai memperuncing dan menjadi pemicu perpecahan.

“Kami bersyukur juga hal itu dicontohkan kedua capres dalam debat kemarin yang juga mengajak seluruh rakyat dengan adanya pemilu tidak memutuskan tali silaturahmi, persatuan dan kesatuan bangsa harus dikedepankan di atas segalanya,” tandasnya.

Terlebih, mantan model nasional ini menegaskan bahwa bangsa Indonesia telah memiliki Pancasila sebagai pemersatu bangsa.

“Pancasila yang merupakan warisan para founding fathers untuk dirawat, sebab Pancasila adalah pemersatu bangsa. Apalagi di tengah situasi politik saat ini harus hati-hati jangan mau diadu domba oleh pihak-pihak yang ingin mengganti Pancasila, walaupun di tengah perbedaan harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tukasnya.

Sebelumnya, dalam penyampaikan materinya Hj. Ratieh kembali memberikan pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya model nasional itu, pemerintah dan masyarakat harus mendukung seoptimal mungkin semua upaya yang dilakukan dalam mensosialisasikan ke empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara ini.

“Apalagi di tengah tantangan saat ini seperti globalisasi, paham radikalisme, dan benih-benih anti Pancasila harus menjadi perhatian bersama, terlebih dalam kondisi kebangsaan saat ini seakan Pancasila selalu menjadi sasaran,” papar Hj Ratieh.

Hj. Ratieh menegaskan kepada masyarakat untuk tidak main-main dengan dasar dan haluan negara Indonesia. ” Perdebatannya sudah selesai dengan disepakatinya Pancasila dan UUD 1945 oleh para pendiri bangsa ini. Tidak ada lagi setiap elemen bangsa ini yang main-main dengan empat pilar kebangsaan ini. Janganlah mencoba jalur kiri atau jalur kanan, tetapi harus kukuh pada landasan Pancasila sebagai ideologi negara,” pesannya.

Sementata itu terkait pentingnya sosialisasi itu disampailan, Hj Ratieh mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu metode efektif untuk mensosialisasikan tentang Empat Pilar Kebangsaan, yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini harus terus disampaikan kepada seluruh rakyat Indonesia agar bisa mendalami nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mengimplementasikan nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya seraya mengajak untuk terus menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).(rik)