Musda KNPI XIII Sumedang, Bakalan jadi Ajang Perang Bintang

oleh -

Sumedang – Dalam waktu dekat, DPD KNPI Kabupaten Sumedang resmi akan memilih pimpinan baru. Lembaga yang mewadahi semua organisasi kepemudaan (OKP) tersebut kini siap bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam mengawal visi Sumedang Simpati.

Ketua Bidang Organisasi DPD KNPI Sumedang, Joko Kustejo mengatakan, momentum pemilihan ketua yang baru ini akan diselenggarakan melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke XIII di Gedung Islamic Center, akhir November 2019.

“Insyaallah kalau tidak ada halangan kita akan gelar di akhir November. Ini merupakan tindaklanjut dari Rakerda dan Rapimda yang telah diselenggarakan beberapa waktu lalu,” ujar Joko saat berbincang santai dengan Radar Sumedang, Sabtu (17/11).

Adapun kata Joko, momentum Musda kali ini dipastikan akan lebih menarik dengan sebutan perang bintang. Pasalnya, selain panitia Musda telah menerima sembilan kandidat yang serius akan menjadi calon ketua. Pihaknya juga meyakini akan ada anggota yang  mencalonkan diri sebagai kandidat calon ketua, terlebih saat ini pendaftaran calon ketua masih belum ditutup.

Sembilan calon ketua itu diantaranya, Kusmana (AMS), Rifin Kustian (Purna Paskibraka), Amir Hamzah (Satria Gerindra), Asep Komara (Brigez), Obi Haliman (Mapancas), Tatas Indra (Banteng Muda Indonesia), Yansri Mulyani (Ika Mahawarman), Weli (FKPPI), Hendri Darmawan (Ansor)

“Mungkin H-2 sudah dipastikan siapa yang maju untuk calon KNPI di Sumedang. Karena nanti mereka akan memperebutkan 125 suara yang dari 96 OKP yang terdaftar di KNPI, 26 kecamatan pengurus kecamatan (PK), 1 DPD (3 suara dari DPD KNPI Sumedang),1 MMPI KNPI, dan 1 KNPI Jabar,” ucapnya.

Selain itu lanjut Joko, mekanisme pemilihan yang akan dilakukan untuk memilih ketua adalah sistem pemilihan voting.

“Saat Musda digelar, para calon ketuaharus mendapatkan sedikitnya delapan rekom dari lima OKP dan tiga rekom dari pengurus kecamatan.¬† Berikut dilengkapi syarat sah dengan persyaratan admin lainnya, yang ditentukan oleh panitia Musda,” sebut Joko.

Sementara untuk penentuan jumlah suara sah, lanjut Joko, harus 50+1. “Apabila dibawah angka itu, maka harus ada putaran kedua. Sedangkan batas minimal 17, dan kalau dibawah tidak akan bisa ikut lagi di putaran kedua,” katanya.

Lebih lanjut sambung Joko, Musda ke-XIII ini akan lebih menarik dari Musda sebelumnya. Pasalnya diantara kandidat calon ada dari kaum hawa yang mencalonkan. Sehingga ini merupakan kesempatan pertama bagi calon perempuan untuk unjuk gigi.

“Maka terjawab sudah musda KNPI tahun sekarang akan rame. Karena diprediksi perebutan suara akan sengit, ditambah semua calon sudah punya basis suara masing-masing,” imbuh Joko.

Tak lupa, dirinya juga berharap siapapun calon terpilih beserta kepengurusan baru tiga tahun kedepan, KNPI bakalan seksi lagi di Sumedang. Mengingat banyak pengamat yang menyatakan KNPI saat ini tidak seksi.

“Iya betul KNPI hari ini mati suri. Oleh sebab itu Pemerintah baik itu kepala daerah setelah terbentuk pengurus baru, bisa membawa KNPI sebagai lembaga kepemudaan. Lebih dari itu, semoga tahun depan 2020, Perda kepemudaan bisa disahkan oleh Pemangku kebijakan,” pungkas Joko. (jim)

oleh