PKB Sumedang Berikan Bantuan bagi Guru Ngaji dan Kiyai di Kampung-kampung

oleh -

Sumedang – DPC PKB Kabupaten Sumedang memastikan telah mendistribusikan beberapa bantuan paket sembako kepada sejumlah masyarakat yang terdampak kebijakan penanganan pandemi Covid-19.

Menurut Ketua DPC PKB Kab. Sumedang Didi Suhrowardi, distribusi paket sembako kepada penerima yang terdampak ini merupakan amanat dari DPW kepada seluruh DPC PKB se-provinsi Jawa Barat dalam rangka program distribusi sembako penanganan jangka pendek.

“Sebagai upaya memutus menyebarnya Covid-19 Pemerintah pusat dan daerah telah menerbitkan berbagai kebijakan yang salah satunya adalah penerapan pembatasan interaksi sosial antar warga masyarakat (social distancing dan physical distancing),” kata Didi kepada Radar Sumedang, Minggu (10/5).

Kata Didi penerapan dari kebijakan tersebut yang harus dilaksanakan dalam waktu yang panjang, telah menimbulkan efek berantai di bidang ekonomi masyarakat yang selama ini mengandalkan perputaran ekonominya dari pertemuan fisik dan interaksi langsung antar masyarakat seperti pedagang pasar, UMKM, transportasi publik dan sebagainya.

Selain itu penerapan social dan physical distancing juga berpengaruh pada karyawan-karyawan pabrik atau perusahaan yang terpaksa merumahkan atau mem-PHK karyawannya, karena sepinya aktifitas perusaahan.

Belum lagi antisipasi yang dilakukan pemerintah melalui dana BPJS Ketenagakerjaan, Pra kerja dan lain-lain belum dapat menjangkau keseluruhan bagi yang terdampak terutama masyarakat ekonomi bawah berpenghasilan lepas harian.

“Ya oleh sebab itu PKB hadir dan turut berpartisipasi menanggulangi ekonomi masyarakat yang terdampak kebijakan penanganan pandemi Covid-19 yang belum dapat terkaver oleh program pemerintah,” ujarnya.

Kendati guna mengatasi kerawanan sosial yang mungkin akan timbul karena dampak ekonomi dari penerapan penanganan pandemi Covid-19. Target PKB adalah bagaimana kebutuhan dasar masyarakat berupa makanan dan lauk pauk bisa terpenuhi.

Termasuk yang menjadi perhatian PKB adalah bagaimana masyarakat dapat lebih tenang memasuki bulan suci Ramadhan dan idul Fitri selama Pandemi Covid-19 masih berlangsung.

“Sasaran kita adalah penerima paket sembako yang harus tepat sasaran yaitu, masyarakat yang secara ekonomi terdampak kebijakan penanggulangan Covid-19. Namun tentunya dengan mengutamakan basis konstituen PKB yang menjadi korban PHK atau guru ngaji guru Madin dan Kiyai-kiyai di Kampung,” tandasnya seraya berkata distribusi fokus di satu tempat per kecamatan atau diantar langsung ke rumah penerima. (jim)