Tiga Tahun Vakum, Balap Kuda Menggeliat Kembali

oleh -
KUDA PACU: Lima orang Joki tengah memacu kuda pacunya dalam ajang Balap Kuda Bupati Cup 2019 yang diikuti oleh 156 kuda se-Jawa Barat di arena Pacuan Kuda Sindangraja, Kel. Kota Kaler, Kec. Sumedang Utara, Minggu (24/2).

KOTA – Olahraga Balap Kuda kembali digelar di jantung Kota Sumedang. Sedikitnya 165 kuda beserta joki balap dari berbagai daerah di Jawa Barat turut serta dalam kejuaraan Daerah (Kejurda) Pacuan Kuda Bupati Cup 2019 di arena Pacuan Kuda Sindangraja, Kelurahan Kotakaler, Kecamatan Sumedang Utara, Minggu (24/2).

Olahraga balap kuda sudah menjadi hiburan rakyat Sumedang sejak zaman penjajahan Belanda dan menjadi daya tarik wisata, untuk mengembangkan pariwisata serta meningkatkan minat dan bakat dalam olahraga berkuda.

Para joki pun saling beradu cepat di lintasan sejauh 600 – 2000 meter. Meski fasilitas arena pacuan kuda terbilang kurang layak dari sisi tribun penonton. Namun ajang balap kuda ini merupakan event yang sangat ditunggu baik oleh para pecinta balap kuda maupun masyarakat umum.

Penasehat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Kabupaten Sumedang, Oo Supriatna mengatakan, kejuaraan pacuan kuda yang digelar ini merupakan yang pertama kali digelar di tahun 2019, setelah 3 tahun vakum.

“Sudah tiga tahun ini vakum tidak ada kejuaran pacuan kuda di Sumedang, maka kami mencoba bersilaturahmi dengan bapak Bupati. Alhamdulillah akhirnya mendapatkan respon positif dari beliau untuk menyelenggarakan Kejurda Pacuan Kuda dengan memperebutkan Piala Bupati Cup,” kata Oo kepada Radar Sumedang.

Dikatakannya, kejurda balap kuda ini terbagi dalam 26 race dengan berbagai macam kelas. Di antaranya, kelas dengan lintasan sejauh 600 meter hingga 2000 meter.

“Untuk peserta balapan, datang dari berbagai daerah se-Jawa Barat. Bahkan ada yang dari luar Jabar, seperti Brebes, Cilacap dan Klaten,” tuturnya.

Sementara, Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir yang hadir menyaksikan kejuaraan tersebut turut menyampaikan dukungannya. Ia berharap, event kejurda pacuan kuda ini dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga berkuda yang selama ini tidak memiliki wadah untuk menyalurkan bakat dan hobinya.

“Alhamdulilah masyarakat merasa terhibur, event balap kuda ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat Sumedang, terutama di sekitar arena pacuan kuda. Jadi selain menjadi ajang hiburan juga diharapkan dapat mencetak atlet-atlet berkuda handal yang mampu mengharumkan nama Sumedang ke tingkat nasional hingga tingkat internasional,” ujar Dony dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Dony berpesan kepada Pordasi dan panitia, agar event olahraga berkuda ini dapat dijadikan sebagai agenda tahunan, yang diharapkan mampu mendorong terhadap pengembangan budaya dan pariwisata di Kabupaten Sumedang.

“Event berkuda ini harus menjadi event rutin tahunan di Sumedang. Setiap tahun kita adakan pacuan kuda yang pelaksanaannya harus lebih baik lagi, pesertanya lebih banyak dan lebih berkualitas, didukung dengan tempat refresentatif, sehingga masyarakat merasa terhibur. Lebih jauh, dengan adanya acara ini, diharapkan juga bisa ikut mendorong kemajuan budaya dan pariwisata yang ada di Kabupaten Sumedang,” tandasnya. (jim)