Pemdes Tarikolot Jalin Kerjasama Dengan Pertamina

oleh -

JATINUNGGAL – Pemerintah Desa Tarikolot Kecamatan Jatinunggal bekerjasama dengan PT Pertamina menyediakan layanan bahan bakar minyak (BBM) bernama Pertashop.

Keberadaan Pertashop diharapkan memudahkan masyarkat di wilayah desa memenuhi kebutuhan BBM.

Perwakilan PT Pertamina melalui
Sales Area Manager Ritel Bandung Sylvia Grace Yuvenna mengatakan, upaya itu dilakukan Pertamina yang menjalin kemitraan dengan pemerintah desa dengan menyediakan Pertashop sebagai penyalur bahan bakar.

“Penyediaan Pertashop di wilayah pedesaan sebagai tindak lanjut MoU antara Kementrian Dalam Negeri dengan Pertamina. Tujuannya untuk memudahkan akses energi BBM ke desa yang tidak memeliki lembaga penyalur energi BBM, dalam hal ini Pertamina,” katanya saat penyaluran perdana Pertashop di Desa Tarikolot, Rabu (8//7/2020).

Dikatakan, Pertamina sudah berkomitmen untuk memperluas akses penyaluran BBM ke penduduk di pedesaan yang jauh dari SPBU.

“Mudah-mudahan kebutuhan energi bisa merata hingga pedesaan. Sehingga masyarakat bisa terbantu kemudahan akan kebutuhan BBM,” katanya.

Ia menjelaskan, pengelolaan Pertashop dikerjasamakan dengan Bumdes setempat. Sehingga upaya ini diharapkan memberi kontribusi pendapatan bagi desa.

“Karena dalam pengelolaanya kedepan kami serahkan ke pemerintah desa. Ya bisa saja desa bekerjasama dengan investor terlebih dahulu, kemudian dikelola Bumdes,” ucapnya.

Pertashop tak hanya menjual BBM tapi juga menyediakan elpiji, brigt gas dan pelumas dengan standar harga SPBU.
Untuk di Sumedang, kata dia, ditargetkan dibangun 2 unit Pertashop, yakni di Tarikolot, Kecamatan Jatinunggal di Cikoneng Kecamatan Ganeas.

“Pertashop di Tarikolot ini sebagai pilot project mudah-mudahan bisa memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhan energi. Selain itu, juga bisa mengembangkan ekonomi warga,” ucapnya.

Kades Tarikolot, Kecamatan Jatinunggal, Andar mengatakan, kemitraan antara Pertamina dan desa akan menjadi pemicu bagi peningkatan ekonomi. Salah satunya nanti menggerakkan unit usaha Bumdes.
“Tinggal bagaimana nanti komitmen tata kelolanya,” kata dia.

Ia juga menyatakan, adanya Pertashop membantu warga mengatasi kebutuhan BBM karena biasanya warga harus datang ke SPBU di Wado dengan jarak sekitar 5 Km.

“Kami merasa beruntung sekali dengan adanya Pertashop ini, karena karyawannya merupakan warga kami, itu artinya mengurangi angka kemiskinan, dan membantu meningkatkan perekonomian warga kami,” tuturnya. (gun)

 

oleh