Penerapan AKB Masih Jadi Topik Utama Dalam Loktri 2020

oleh -

TANJUNGSARI – UPTD Puskesmas Margajaya Kecamatan Tanjungsari menggelar Lokakarya Mini Triwulan Lintas Sektor tahun 2020 di aula Kecamatan Tanjungsari. Rabu (22/07).

Kepala Puskesmas Margajaya drg. Iting Mursyidah Hanum mengatakan berkaitan dengan masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Pandemi Covid-19, menjadi topik pembahasan terutama beberapa pencegahan serta peranan masyarakat dalam menyukseskan AKB.

“Masyarakat harus disiplin dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dengan memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir/handsanitizer, menjaga jarak, tidak berkerumun,” ucapnya kepada Radar Sumedang.

drg. Iting Mursyidah Hanum menambahkan, pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan Covid-19 adalah segala upaya yang dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat dengan menggali potensi yang dimiliki masyarakat
agar berdaya dan mampu berperanserta mencegah penularan Virus Corona.

“Ada beberapa langkah tindakan didalam pemberdayaan masyarakat bagi daerah yang bersiap menghadapi kemungkinan wabah yakni menetapkan metode untuk memahami keprihatinan, sikap, dan kepercayaan audiens utama. Mengidentifikasi sasaran audiens, dan mengumpulkan informasi tentang
pengetahuan, perilaku dan saluran komunikasi yang lebih banyak disukai. Mengidentifikasi pemengaruh/influencer dan jejaring komunitas yang ada yang dapat digunakan kembali untuk pelibatan masyarakat. Membangun jejaring kuat dengan kelompok masyarakat/komunitas untuk mengoptimalkan upaya pemberdayaan masyarakat dan Menyiapkan desa beserta perangkatnya hingga RW-RT untuk kesiapsiagaan kemungkinan terjadinya wabah,” ucapnya.

Ia menjelaskan, tidakan atau strategi penanggulangan pandemi tersbut dilakukan untuk memperlambat dan menghentikan laju transmisi/penularan, dan menunda penyebaran penularan serta menyediakan pelayanan kesehatan yang optimal untuk pasien, terutama kasus kritis.

“Langkah yang akan kami lakukan dengan
membantu dan bekerjasama dengan Kepala Desa/Lurah dan Ketua RW/RT dalam menganalisa data kesehatan warga serta melakukan pelacakan kasus yang ada di wilayah kerjanya, memberi pembekalan kepada Kepala Desa/Lurah dan Ketua
RW/RT dalam upaya memberikan edukasi kepada warga terkait Covid-19, PHBS dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS),” ucapnya.

Selain itu, lanjut drg. Iting, bekerjasama dengan kader membahas jadwal dan kegiatan UKBM bidang kesehatan di masyarakat seperti Posyandu atau lainnya, yang pelaksanaannya menyesuaikan dengan status daerah dan menerapkan protokol kesehatan, selain itu, memberikan layanan kesehatan yang dibutuhkan warga sesuai dengan ketentuan (seperti menggunakan APD saat pelayanan, dsb) dan melakukan pencatatan dan pelaporan secara rutin kepada Dinas Kesehatan Kab/Kota.

“Selain mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19 juga dibahas
peranan lintas sektor dalam penurunan kematian jumlah ibu dan bayi, karena salama kurun waktu tiga bulan ini, angka kamatian Ibu ada 1 kasus tepatnya di Desa
Gunung Manik dan kematian bayi ada 4 kasus di Desa Raharja, Cinanjung dan Margajaya,” ucapnya.

Ia pun berharap, melalui kegiatan lokakarya mini triwulan tersebut diharapkan dapat terwujud masyarakat Tanjungsari yang sehat sejahtera agamis maju profesional dan kreatif (simpati) tahun 2023. (tha).