RADARSUMEDANG.id, KOTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede di Waduk Jatigede, Sumedang, pada Senin (20/1). Peresmian ini menjadi bagian dari seremoni nasional peresmian 37 infrastruktur kelistrikan yang tersebar di 18 provinsi, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Ibu Kota Nusantara (IKN).
PLTA Jatigede, yang mulai dibangun satu dekade lalu di Parakankondang, memiliki kapasitas energi bersih sebesar 110 Megawatt. Pembangkit ini memanfaatkan aliran air dari Bendungan Jatigede sebagai sumber utama energi. Dari keseluruhan proyek yang diresmikan, total kapasitas energi yang dihasilkan mencapai 3,2 Gigawatt.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya percepatan elektrifikasi untuk menjangkau seluruh pelosok negeri. “Masih banyak saudara-saudara kita di ribuan dusun yang belum menikmati listrik. Kami targetkan dalam waktu lima tahun ke depan mereka sudah bisa menikmatinya,” ujarnya.
Presiden juga menyoroti posisi Indonesia sebagai salah satu negara terdepan dalam transformasi energi dari fosil ke energi terbarukan. Menurutnya, upaya ini berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, penghematan impor energi, dan mewujudkan swasembada energi.
“Pembangunan infrastruktur kelistrikan ini adalah langkah nyata untuk memastikan ketersediaan energi yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.
Waduk Jatigede dipilih sebagai lokasi utama peresmian karena potensinya dalam mendukung penyediaan energi hijau. “PLTA Jatigede mampu menghasilkan energi ramah lingkungan dengan kapasitas hingga ratusan megawatt,” kata Presiden.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang turut hadir dalam acara tersebut, menjelaskan bahwa peresmian ini mencakup lebih dari 26 proyek strategis. Proyek-proyek tersebut meliputi pembangkit listrik, jaringan transmisi, dan gardu induk yang tersebar di berbagai wilayah.
“Kami berkomitmen untuk meningkatkan bauran energi nasional melalui pengembangan energi terbarukan seperti PLTA Jatigede,” ujar Bahlil.
Penjabat (Pj.) Bupati Sumedang, Yudia Ramli, menyampaikan apresiasi atas peresmian proyek ini. Menurutnya, PLTA Jatigede memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat Sumedang sekaligus mendukung kebutuhan listrik nasional.
“Bendungan Jatigede kini menjadi bagian penting dari solusi energi berkelanjutan. Infrastruktur ini tidak hanya memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama dalam sektor pariwisata dan investasi,” ungkap Yudia.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam menjaga keberlanjutan dan optimalisasi pemanfaatan Bendungan Jatigede. “Kami siap mendukung penuh upaya menjadikan Jatigede sebagai salah satu ikon energi hijau di Indonesia,” tambahnya.
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Menteri BUMN Erick Thohir, Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan, Bupati Sumedang terpilih Dony Ahmad Munir, perwakilan PLN, serta tokoh masyarakat setempat.
Dengan peresmian PLTA Jatigede, diharapkan Indonesia semakin maju dalam transformasi energi terbarukan, mendukung keberlanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(gun)